SOCIAL MEDIA

Thursday, November 30, 2017

Sate Petir Pak Nano, Menggelegar di Lidah!

Menurut gue, dunia kuliner itu banyak banget menyimpan misteri. Bukaaan kayak misteri gunung Merapi sob, tapi salah satunya kayak...you just can't always predict what's next. Hari ini semua orang makan sate taichan, besoknya tahu-tahu kale salad is number one menu in every restaurants. Benar-benar who knows...SNAP just like that.

But one thing yang selalu gue kagumi dari dunia kuliner adalah ada saja mereka yang bertahan lama tidak terkubur dengan tren. Martabak, biarpun isiannya sekarang ada Nutella sampai suwiran salmon, tapi martabak telor dua abang-abang pinggir jalan yang tidak lekang oleh waktu. Pisang goreng, mau dikasih toping chocomaltine kek, ditabur meses warna-warni sampe ampyar-ampyar, tetep aja pisang goreng buatan emak anget-anget dimakan pas sore hari lebih dahsyat.



Sama kayak Sate Petir Pak Nano di daerah Ring Road Selatan, Bantul, Yogja. Pak Nano, pria paruh baya yang super ramah dan gemar mengupas bawang (kebetulan aja pas kemaren gue datang Beliau lagi ngupas bawang) ini sudah berjualan sate petir sejak saya belum lahir. Apa sih sate petir? Kalau didengar dari namanya saja sih kelihatannya JDUAAAR gitu yah and you're right...Sekali makan sate ini lidah mu bak disambar petir, BUSET PEDES BENEEER!!


Ceritanya waktu ke Jogja kemarin, gue udah ngiler kepengin cobain Sate Petir Pak Nano ini. Lokasinya gak terlalu jauh dari hotel di Prawirotaman, tapi ternyata jauh dari lokasi saya saat itu alias di kota karena lagi iseng main ke kedai kopi. Sejam lebih kita berkendara motor menuju Ring Road Selatan, pakai salah muter lagi. Kenapa di Jogja 9 km aja terasa jauh yah? Di Jakarta kayaknya deket bener, lama di macet #mejikofJogja.



#JJJ - Sate Petir Pak Nano, Menggelegar di Lidah!
www.ceritamakan.com
#JJJ - Sate Petir Pak Nano, Menggelegar di Lidah! - sate petir nano
Beberapa foto yang selamat dari File

Friday, September 1, 2017

Hayati Specialty Coffee Jogja : Bang, Hayati Lelah Bang!!!

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, trend nongkrong di kedai kopi memang masih belum redup. Apalagi sejak kepopuleran Es Kopi Susu Tetangga Tuku melonjak, masyarakat gaul dari berbagai kelas semakin intens nongkrong di coffee shop sambil memenuhi lambungnya dengan kafein. Yang penting mah jangan lupa makan dulu sebelum ngupi~

Menyesap kopi memang sungguhlah nikmat. Kebanyakan dari kita yang selama ini buta sama kopi karena cuma tahu kopi instan tinggal seduh, sekarang jadi lebih ngerti kalau ternyata ada beberapa cara untuk mendapatkan secangkir kopi yang aduhai nikmatnya. Di Jogja, kita juga bisa mendapatkan secangkir kopi nikmat nyaris di setiap sudut kota lho. Ada kopi joss, ada kopi pinggir jalan dan tentunya aneka coffee shop yang nggak kalah kekinian kayak di Jakarta.
Hayati Specialty Coffee Jogja : Bang, Hayati Lelah Bang!

Waktu ke Jogja beberapa waktu lalu, gue sempetin mampir ke Hayati Speciality Coffee untuk melepas letih setelah muter-muter menikmati karya seni di ArtJog 2017. Hayati Speciality Coffee berlokasi di Jl. Demangan Baru, tepatnya sih di deket toko pakaian, tapi lupa nama toko pakaiannya apa, hehe.



Thursday, August 10, 2017

Chizprek.Co - Trend Ayam Geprek Kini Sampai ke Bekasi!

Sejak melabuhkan diri di Jogja dan menikmati Ayam Geprek Bu Rum, gue bener-bener merasa ketagihan dengan hidangan super sederhana ini. "Belum pernah makan ayam geprek yang WAAAAH" adalah salah satu alasan kenapa sampai di Bekasi gue hampir tiap hari kerjaannya liatin IG dan Daftar restoran di GoFood. To find the best Ayam Geprek in town.

Trend ayam geprek ternyata benar-benar melejit di Ibukota. Beberapa kali lihat postingan teman dan Food Bloggers yang bilang kalau "Ayam Geprek Mas Ini enaaaak..." "Ayam Geprek Si Ini enaaak...." "Ayam Geprek Anu enaaak...." Kamvrednya rata-rata ayam geprek itu lokasinya jauuuuuhhhh banget dari Planet Bekasi :(. Beda banget dengan di Jogja, dimana-mana ada warung ayam geprek, Rp. 10.000 udah dapet nasi, sayur sepuasnya dan minum. Di Jabodetabek harganya jadi dua kali lipat dan lokasinya agak jauh-jauh.

Sampai pada akhirnya beberapa saat lalu gue iseng liatin Instagram Bekasi Food dan lihat salah satu postingannya perihal tempat makan ayam geprek terbaru di daerah Bekasi Timur, namanya Chizprek. Wooohh di Bekasi ada yang beginian dan lokasinya juga gak sampe 15km kayak lokasi ayam geprek artis itu di Harapan Indah (gue baru tahu kalau HI sejauh itu dari rumah). Langsunglah coba pesan via GoFood tanpa basa-basi. Sempat deg-degan karena gue hampir gak pernah pesan makanan via ojek online jaraknya lebih dari 5km.

Chizprek.Co - Trend Ayam Geprek Kini Sampai ke Bekasi!

Alhamdulillah ada yang ambilan orderan dan setengah jam lebih dikit kemudian gue terpukau dibuatnya.


Sunday, July 30, 2017

Jalan Jalan Jogja - Tempo Gelato Kaliurang

Ada ribuan alasan mengapa Jogja selalu bikin gue kangen. Pantai-pantai yang terhampar di Gunung Kidul, panoramanya, makanan enak dan murah yang ada dimana-mana, tempat wisata yang semakin ke sini semakin kreatif tampilannya dan suasana sore hari yang somehow just thinking about it makes me wanna buy a ticket to Jogja. Every air you breath in Jogja kayaknya memang ada kekuatan magisnya. Dihipnotis biar kepengin balik terus, LOL~
Jalan Jalan Jogja - Il Tempo del Gelato Kaliurang


Monday, May 8, 2017

Terrifying

Pengalaman menjadi manusia selama 23 tahun dan kemungkinan besar tidak akan mungkin berubah menjadi seekor burung benar-benar luar biasa dan nampaknya tidak dapat tergantikan. Walau manusia sudah pasti tidak pernah puas dan selalu merasa kurang akan kehidupannya, tapi benar adanya menjadi manusia adalah anugerah terbaik yang Tuhan berikan. Adil tentunya. Mungkin saja banyak hewan dan tumbuhan yang memohon kepada Tuhan untuk dijadikan manusia. Hmm, tapi rasanya sih tidak mungkin yah, terlebih lagi mereka pastinya tidak terlalu paham makna bersyukur. Cuma manusia yang punya kelebihan untuk bisa mengerti makna hidupnya.

Saya adalah salah satu dari kesekian juta manusia yang sering mengeluh. Tidak pernah puas dengan berbagai impian yang sebenarnya sudah dikabulkan oleh Tuhan. Contohnya saja, saya dulu ingin sekali punya uang sendiri untuk beli berbagai barang yang saya inginkan. Dapatlah saya pekerjaan bahkan jauh sebelum saya lulus kuliah. Setelah bekerja selama nyaris dua tahun tanpa rehat, saya malah kepengin beristirahat. Menikmati hidup barang sejenak. Mungkin akhirnya dengan istirahat saya bisa kembali menulis novel-novel yang sedari dulu ingin saya tulis.

Setelah istirahat, saya malah merasa bosan. I never even once picked up my pen and write something for these past 2 months.